Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku Asmaul Husna

Dapatkan Segera Buku Asmaul Husna

Ayo segera dapatkan buku Asmaul Husna, buku yang sarat pendidikan islam dini dari Rumah Pensil. Buku ini diperuntukan untuk buah hati anda, dengan cerita, games dan gambar yang menarik proses pembelajaran akan menjadi menyenangkan. More »

Dapatkan Segera Buku Kisah Para Sahabat Nabi

Dapatkan Segera Buku Kisah Para Sahabat Nabi

Ayo segera dapatkan buku Kisah Para Sahabat Nabi, buku yang mengisahkan riwayat para Sahabat Nabi. Dengan bahasa, dan gambar yang menarik, buah hati anda akan senang membaca buku ini. More »

Dapatkan Segera Trilogi Komik Palestina

Dapatkan Segera Trilogi Komik Palestina

Ayo segera dapatkan satu set buku Trilogi Komik Palestina dari Rumah Pensil. Ajak buah hati anda untuk berempati dan bersimpati dengan saudara muslim kita di Palestina. More »

Dapatkan Segera Buku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita

Dapatkan Segera Buku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita

Ayo segera dapatkanBuku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita dari Rumah Pensil. Buku buku yang bisa dijadikan sebagai media parenting untuk buah hati anda. More »

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku Seri Mengenal Kejayaan Islam

Dapatkan Segera Buku Seri Mengenal Kejayaan Islam

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

 

AGAR ANAK SENANG MEMBACA-PROLOG

AGAR ANAK SENANG MEMBACA-PROLOG

Oleh: Eka “Rumah Pensil” Wardhana

anakbaca

Ayah dan Bunda, jika Anda setuju dengan kata-kata berikut ini:
Let books be your dining table,
(Biarkan buku-buku menjadi meja makanmu)
And you shall be full of delights
(Maka kau akan merasa penuh kesenangan)
Let them be your mattress
(Biarkan buku-buku menjadi kasurmu)
And you shall sleep restful nights.
(Maka kau akan beristirahat dalam tidur yang lelap)
Author Unknown (Pengarang tak Dikenal)       

KITA DAN ANAK-ANAK DI AKHIR RAMADHAN

Sholat Berjamah

Ayah dan Bunda, ramadhan sudah mendekati akhir. Seperti halnya permainan sepak bola, semakin ke akhir pertandingan, semakin penting pula nilai waktu yang tersisa: apakah kita mampu memanfaatkannya untuk semakin mendekati derajat taqwa atau malah terjadi penurunan pencapaian dibanding awal ramadhan. Sebagai orangtua, beban kita terasa bertambah sebab konsentrasi kita terbagi (bukan terpecah) ke dalam 2 fokus: bagaimana meningkatkan kualitas diri dan kualitas keluarga, terutama anak-anak.

SETELAH RAPORT DIBAGIKAN

RaportAyah dan Bunda, setelah raport anak-anak dibagikan adalah saat yang baik untuk merenungkan sejenak: apakah cara belajar yang mereka lakukan selama ini sudah sesuai dengan kebutuhan mereka? Sebab Ayah dan Bunda, terlepas dari hasil yang tertera di dalam raport, tak banyak dari kita yang ingat untuk berpikir sebentar mengenai hal ini. Boleh saja kita merasa telah menitipkan anak-anak di sekolah terbaik yang ditandai dengan tingginya biaya yang kita bayarkan, namun jangan pernah lupa hal ini: rumah adalah sekolah terbaik dan orangtua adalah guru terbaik bagi seorang anak.

“MAGRIBNYA MASIH LAMA?”

puasa2

Ayah dan Bunda, semoga di ramadhan kali ini kita benar-benar bisa maksimal meraih kebersihan diri untuk mencapai derajat taqwa. Selain itu semoga di ramadhan ini kita juga berhasil lebih menghidupkan suasana ibadah dalam keluarga.

NASIHAT DARI MUHAMMAD ALI…

 Muhammad Ali

Ayah dan Bunda, 2 bulan sebelum saya dilahirkan, Muhammad Ali dikalahkan Joe Frazier. Itulah sebabnya nama saya “Eka Wardhana”. Ibu saya bilang pada saya, “Kalau dulu Ali yang menang, nama kamu adalah Muhammad Ali.”

KENALKAN TUHAN SEJAK DINI

Kenal Allah

Karena tidak bisa disentuh oleh Panca Indera, konsep tentang Tuhan dianggap bersifat abstrak oleh otak kita. Benarkah demikian, Ayah dan Bunda?

SLOW DOWN …

Slow down, Ayah dan Bunda. Mungkin kita terlalu dalam menekan gas sehingga rumah tangga kita berjalan terlalu kencang. Mungkin kita terlalu ingin cepat sampai pada tujuan padahal para penumpang kita sudah merasa tidak nyaman dan ingin beristirahat. Mungkin masih banyak target materi yang ingin kita punya sementara waktu mengalir secepat motornya Valentino Rossi. Mungkin kita terlalu bernafsu melihat anak-anak kita bisa ini dan itu sementara kita lupa bahwa pohon hanya bisa berbuah bila melewati prosesnya dengan benar. Mungkin… mungkin… mungkin… apapun itu, Ayah dan Bunda, perlahanlah sejenak. Slow down…

Ketika kecepatan berkurang, ke tepilah dan istirahat. Inilah saatnya menatap wajah pasangan dan anak-anak kita sambil tersenyum dan bilang, “Bagaimana perjalanan kita? Seru kan?”

Ayah dan Bunda, bagaimana pun harus selalu ada waktu untuk orang-orang yang kita cintai. Di saat bersama itu kita bisa berharap Allah akan mengembalikan kekuatan kita dan merefresh visi hidup kita. Ingat saja apa yang Mitch Albom bilang, “Satu hari yang kau habiskan bersama orang yang kau cintai bisa saja mengubah segalanya.”