Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku Asmaul Husna

Dapatkan Segera Buku Asmaul Husna

Ayo segera dapatkan buku Asmaul Husna, buku yang sarat pendidikan islam dini dari Rumah Pensil. Buku ini diperuntukan untuk buah hati anda, dengan cerita, games dan gambar yang menarik proses pembelajaran akan menjadi menyenangkan. More »

Dapatkan Segera Buku Kisah Para Sahabat Nabi

Dapatkan Segera Buku Kisah Para Sahabat Nabi

Ayo segera dapatkan buku Kisah Para Sahabat Nabi, buku yang mengisahkan riwayat para Sahabat Nabi. Dengan bahasa, dan gambar yang menarik, buah hati anda akan senang membaca buku ini. More »

Dapatkan Segera Trilogi Komik Palestina

Dapatkan Segera Trilogi Komik Palestina

Ayo segera dapatkan satu set buku Trilogi Komik Palestina dari Rumah Pensil. Ajak buah hati anda untuk berempati dan bersimpati dengan saudara muslim kita di Palestina. More »

Dapatkan Segera Buku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita

Dapatkan Segera Buku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita

Ayo segera dapatkanBuku Parenting in Stories & Nabi Muhammad Pun Bercerita dari Rumah Pensil. Buku buku yang bisa dijadikan sebagai media parenting untuk buah hati anda. More »

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Dapatkan Segera Buku-buku Rumah Pensil

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

Dapatkan Segera Buku Seri Mengenal Kejayaan Islam

Dapatkan Segera Buku Seri Mengenal Kejayaan Islam

Ayo segera dapatkan Kini anda bisa memesannya secara online. More »

 

KITA DAN ANAK-ANAK DI AKHIR RAMADHAN

Sholat Berjamah

Ayah dan Bunda, ramadhan sudah mendekati akhir. Seperti halnya permainan sepak bola, semakin ke akhir pertandingan, semakin penting pula nilai waktu yang tersisa: apakah kita mampu memanfaatkannya untuk semakin mendekati derajat taqwa atau malah terjadi penurunan pencapaian dibanding awal ramadhan. Sebagai orangtua, beban kita terasa bertambah sebab konsentrasi kita terbagi (bukan terpecah) ke dalam 2 fokus: bagaimana meningkatkan kualitas diri dan kualitas keluarga, terutama anak-anak.

Belum lagi nih, Ayah dan Bunda, kita masih sulit melepaskan diri dari kesibukan menyambut lebaran. Mulai dari menyiapkan pakaian baru, merapikan rumah sampai ke persiapan mudik. Karena manusia sebenarnya hanya efektif pada satu fokus kegiatan dalam satu waktu, sebaiknya kita melakukan sebuah kegiatan dimana 2 fokus itu dijadikan satu. Caranya adalah lakukan program peningkatan ibadah itu bersama dengan anak-anak. Ajaklah anak-anak membaca Al-Qur’an bersama setelah shalat Ashar, misalnya. Ajaklah anak-anak beritikaf di masjid walau tak dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

SETELAH RAPORT DIBAGIKAN

RaportAyah dan Bunda, setelah raport anak-anak dibagikan adalah saat yang baik untuk merenungkan sejenak: apakah cara belajar yang mereka lakukan selama ini sudah sesuai dengan kebutuhan mereka? Sebab Ayah dan Bunda, terlepas dari hasil yang tertera di dalam raport, tak banyak dari kita yang ingat untuk berpikir sebentar mengenai hal ini. Boleh saja kita merasa telah menitipkan anak-anak di sekolah terbaik yang ditandai dengan tingginya biaya yang kita bayarkan, namun jangan pernah lupa hal ini: rumah adalah sekolah terbaik dan orangtua adalah guru terbaik bagi seorang anak.

Kita sering lupa bahwa di rumah anak-anak belajar tentang kehidupan sebenarnya. Kita sering tidak sadar bahwa kita bukan hanya menjadi orangtua, tetapi juga guru. Bukan sekadar guru, tetapi juga sebaik-baiknya guru. Karena itu jangan pernah lupa untuk membuat raport anak-anak kita di rumah.

“MAGRIBNYA MASIH LAMA?”

puasa2

Ayah dan Bunda, semoga di ramadhan kali ini kita benar-benar bisa maksimal meraih kebersihan diri untuk mencapai derajat taqwa. Selain itu semoga di ramadhan ini kita juga berhasil lebih menghidupkan suasana ibadah dalam keluarga.

Ayah dan Bunda, hampir semua orangtua muslim pernah ditanya oleh anaknya yang sedang shaum, “Ayah/Bunda, maghribnya masih lama?”

Ada sebagian kita yang memandang iba ke wajah kecil yang bertanya itu dan menjawab, “Sabar ya, Nak”. Ada juga yang sebagian kita yang menjawab ketus, “Namanya juga puasa, jadi kamu harus sabar dong”.

Apapun jawabannya, hal itu menunjukkan bahwa shaum memang ibadah yang cukup berat. Mengingat beratnya ibadah shaum ini, banyak yang bertanya, “Sejak umur berapa anak harus diajak melakukan shaum?”

Ayah dan Bunda, seorang dokter akan menjawab dari sudut pandang medis, seorang ustadz pasti punya jawaban dari sudut pandang pemahaman agama. Kalau saya yang ditanya, saya mungkin akan bertanya balik, “Seberapa banyak pemahaman anak tentang shaum?”

NASIHAT DARI MUHAMMAD ALI…

 Muhammad Ali

Ayah dan Bunda, 2 bulan sebelum saya dilahirkan, Muhammad Ali dikalahkan Joe Frazier. Itulah sebabnya nama saya “Eka Wardhana”. Ibu saya bilang pada saya, “Kalau dulu Ali yang menang, nama kamu adalah Muhammad Ali.”

Mendengar hal itu saja, saya merasa punya simpati khusus buat Sang Petinju Terbesar sepanjang masa ini. Belum lagi saya pernah membaca otobiografi Ali di usia 9 atau 10 tahun, membaca artikelnya di koran mingguan saat berusia 7 atau 8 tahun, berlari-lari pulang sekolah hanya untuk menonton pertandingan Ali vs Holmes di usia 8 atau 9 tahun. Ditambah lagi kebanggaan khusus yang timbul karena Muhammad Ali adalah seorang muslim.

Jadi, saya ikut berduka mendengar kematian pahlawan saya itu. Terlepas dari berbagai kekurangannya sebagai manusia, Muhammad Ali adalah sosok besar dan inspiratif. Saya pikir tidak salah Ayah dan Ibu saya yang mengidolakan Ali, ikut mengenalkan sosoknya pada saya sejak kecil. Ayah dan Bunda, hal ini menjadi bukti bahwa siapa yang kita kenalkan pada anak, bisa berpengaruh besar pada kehidupannya di kemudian hari.

KENALKAN TUHAN SEJAK DINI

Kenal Allah

Karena tidak bisa disentuh oleh Panca Indera, konsep tentang Tuhan dianggap bersifat abstrak oleh otak kita. Benarkah demikian, Ayah dan Bunda?

Hmm… menurut saya hal itu bisa jadi benar buat orang dewasa. Karena otak manusia dewasa telah berada di ranah berpikir yang kongkret. Namun tidak demikian lho dengan anak-anak. Ahli Psikologi Perkembangan bernama Jean Piaget mengatakan di bawah umur 7 tahun, cara berpikir seorang anak masih bersifat pra operasional dan pra kongkret. Mudahnya Ayah dan Bunda, anak-anak masih banyak berpikir dengan menggunakan imajinasi mereka.

Nah, inilah saatnya menanamkan dalam-dalam di benak anak bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu Mahakuasa, Tuhan itu segala-galanya yang bersifat baik. Masa kanak-kanak adalah masa tersubur untuk menanamkan dalam-dalam pohon keimanan. Itulah yang disebut fitrah.

Ayah dan Bunda, sadar atau tidak konsep pendidikan di Indonesia diletakkan di atas cara berpikir orang-orang non muslim dari dunia barat. Kita dididik untuk hanya percaya pada hal-hal yang bisa disentuh oleh panca indera. Tidak ada tempat buat segala sesuatu yang bersifat ghaib. Padahal sebagai muslim kita tahu setidaknya ada satu indera lagi yang kita punya: imajinasi.

SLOW DOWN …

Slow down, Ayah dan Bunda. Mungkin kita terlalu dalam menekan gas sehingga rumah tangga kita berjalan terlalu kencang. Mungkin kita terlalu ingin cepat sampai pada tujuan padahal para penumpang kita sudah merasa tidak nyaman dan ingin beristirahat. Mungkin masih banyak target materi yang ingin kita punya sementara waktu mengalir secepat motornya Valentino Rossi. Mungkin kita terlalu bernafsu melihat anak-anak kita bisa ini dan itu sementara kita lupa bahwa pohon hanya bisa berbuah bila melewati prosesnya dengan benar. Mungkin… mungkin… mungkin… apapun itu, Ayah dan Bunda, perlahanlah sejenak. Slow down…

Ketika kecepatan berkurang, ke tepilah dan istirahat. Inilah saatnya menatap wajah pasangan dan anak-anak kita sambil tersenyum dan bilang, “Bagaimana perjalanan kita? Seru kan?”

Ayah dan Bunda, bagaimana pun harus selalu ada waktu untuk orang-orang yang kita cintai. Di saat bersama itu kita bisa berharap Allah akan mengembalikan kekuatan kita dan merefresh visi hidup kita. Ingat saja apa yang Mitch Albom bilang, “Satu hari yang kau habiskan bersama orang yang kau cintai bisa saja mengubah segalanya.”

FAMILY FUN ACTIVITY

Assalamu’alaikum Ayah Bunda
Kali ini Rumah Pensil mempersembahkan acara keluarga yang menarik untuk mengisi weekend akhir bulan ini lhoo !

Family Fun Activity
Disini Ayah Bunda bisa menambah ilmu dengan mengikuti Seminar Parenting bersama Bunda Kiki Barkiah bertemakan “Ayah Bunda, Jika Benar-Benar Cinta …”

juga, Adik-adik akan mendapatkan pengalaman seru dengan mengikuti Workshop Komik bersama Kak Fia ..
Daaan masih banyak bonus buku-buku karya Kak Eka Wardhana dan Kak Fia untuk Ayah Bunda dan Adik-adik